penipuan-wawai-bridal

Polsek Cengkareng, Jakarta Barat dikejutkan oleh kedatangan 58 calon pasangan pengantin yang mengaku telah menjadi korban penipuan. Ke-58 calon pasangan tersebut melaporkan kasus penipuan yang telah dilakukan oleh wedding organizer Wawai Bridal.

Wedding organizer (WO) Wawai Bridal itu diketahui miliki sepasang suami istri, Ali Mahmudin dan Bulan Sri Wulan. Pasangan suami istri tersebut diduga membawa kabur uang kliennya yang mencapai Rp1,5 miliar.

Penipuan Wawai Bridal, akibatnya 58 Calon Pengantin Gagal Menikah

korban-wawai-bridel

Modus penipuan yang dilakukan Ali dan istrinya wulan itu cukup lihei dan tak terendus sama sekali. Keduanya menawarkan paket wedding kepada kliennya dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan WO lain. Harga yang mereka tawarkan cukup menggiurkan, yakni lebih murah 50 persen dari harga paket wedding biasanya.

Paket wedding yang Wawai Bridal tawarkan meliputi fasilitas yang cukup fantastis, seperti bonus foto preswedding indoor dan outdoor, makeup saat sesi prewedding dan wedding, gaun dan jas pengantin, peket bulan madu hingga kendaraan mewah untuk pengantin.

Bagaimana para kliennya tak tergiur, harga murah dan fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap. Namun, para korban tak merasa ada yang aneh dari paket wedding yang Wawai Bridal tawarkan. Padahal dari segi harga dan fasilitas yang terdapat pada paket tersebut jauh dibandingkan dengan harga pasar.

Para korban Wawai Bridal tak merasa curiga dengan segala keanehan dari wedding organizer tersebut. Karena, sebelumnya mereka telah diberikan contoh suksesnya Wawai Bridal menangani sebuah pesta penikahan.

Salah seorang korban dari penipuan Wawai Bridal, Niko Septianus, ia mengalami kerugian Rp42 juta. Niko mengaku, uang tersebut digunakan sebagai tanda jadi atau DP 50 persen dari rencana pesta penikahan yang akan dilaksanakan bulan depan.

Awalnya Niko membayar 30 persen dari harga yang telah disepakati. Dua bulan kemudian pihaknya membayar lagi. Total yang sudah Niko bayarkan 50 persen, dari jumlah harga paket Rp84 juta. Niko juga dijanjikan fasilitas mobil, yaitu Alphard atau Velfire. Fantastis bukan?

Niko, korban penipuan Wawai Bridal mulai menyadari ada keanehan pada wedding oraganizer tersebut, saat ia mencoba menghubungi pihak Wawai Bridal tapi tak bisa terhubung. Meski dirinya belum menyebar undangan, namun ia merasa dicurangi dan mengalami kerugian cukup besar.

Kecurigaan Niko mulai menjadi, ketika ia mendatangi kantor wedding organizer tersebut yang ia dapati kantor itu sudah tutup. Ia pun mencoba mencari tau lewat internet, ternyata korban penipuan Wawai Bridal sudah banyak.

“Saya sudah coba datangi kantornya, tapi tutup. Setelah Cek ke internet, eh taunya banyak orang yang ketipu sama WO itu,” jelas Niko.

Korban penipuan Wawai Bridal yang lainnya adalah Jenie. Sama halnya seperti yang dialami Niko, Jenie juga mengalami kerugian materil hingga Rp30 juta. Rencananya, gadis berusia 25 tahun itu akan melaksanakan hari pernikahan pada bulan Oktober tahun 2015 mendatang.

Jenie tergiiur oleh tawaran paket wedding Wawai Bridal, selain harganya murah ia juga ditawarkan paket murah bulan madu ke Pulau Lombok. Jenie yang merupakan pegawai bank tersebut harus menelan kekecewaan karena tabungannya telah terkuras habis.

Kondisi yang paling parah akibat kasus penipuan Wawai Bridal ini adalah Meilani dan Rozi Amri. Calon pasangan pengantin ini merencanakan pernikahan pada Sabtu 30 Mei 2015 esok. Namun, impian hari bahagia itu hancur begitu saja.

Meilani dan Rozi mulai menyadari jika mereka menjadi korban penipuan Wawai Bridal, saat keduanya melakukan pengecekan gedung. Mereka melakukan pengecekan ke istana Nelayan jatiuwung, Tangerang, tempat dimana mereka akan mengikat janji suci. Tapi, yang mereka dapati adalah tidak ada bookingan gedung pernikahan atas nama keduanya.

Sebelumnya Meilani telah mendapat informasi dari Wulan, Wawai Bridal, bahwa tempat pelaksanaan resepsinya di Istana Nelayan. Tetapi setelah dilakukan pengecekan hanya ada nama orang lain yang membooking termpat tersebut. Saat Meilani akan melakukan konfirmasi ulang ke Wawai Bridal, nomor telepon kantor tersebut sudah tak bisa dihubungi.

“Awalnya Mbak Wulan memberitahu saya kalau resepsi akan dilaksanakan si Istana Nelayan jatiuwung. Pas saya dan calon suami mengecek kesana tidak ada, yang ada hanya nama orang lain yang tertera. Terus saya mau konfirmasi lagi nomornya sudah gak bisa dihubungi,” kata Meilani kepada awak media.

Meilani juga mengaku kalau dia dan calon suami sudah sangat percaya kepada Wawai Bridal. Bahkan kedua calon pengantin itu sudah mengambil cuti kantor untuk melaksanakan pesta pernikahannya. Keduanya juga telah menyebarkan undangan bahagia itu kebeberapa teman dan saudaranya.

Meilani juga mengatakan jika dirinya merasa malu dengan kejadian ini. Tapi ia tidak bisa apa-apa dan hari bahagianya itu terpaksa diundur sambil mengumpulkan rupiah kembali untuk menyewa semua perlengkapan pernikahan.

Setelah hampir sepekan kasus ini bergulir akhirnya kedua pelaku, yakni Ali dan Wulan menyerahkan diri ke Polsek Argomulyo, Salatiga. Kedua pelaku penipuan Wawai Bridal juga mengaku jika uang korbannya itu telah habis untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan wulan.

pelaku-penipuan-wawai-bridal

Pasangan suami istri pemilik ruko di Mutiara Taman Palem Blok E1 Nomor 9, Cengkareng, Jakarta Barat itu berkilah bahwa mereka tidak melarikan diri ke Salatiga, Jawa Tengah. Mereka beralasan pergi ke Salatiga untuk melakukan pengobatan diabetes yang diderita Wulan.

Pemilik Wedding organizer Wawai Bridal itu pun mengaku kalau keduanya menyerahkan diri setelah melihat gencarnya pemberitaan kasus ini di televisi. Ali sudah ditahan setelah ia dan sang istri menyerahkan diri. Sedangkan Wulan masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.

Apapun alasan yang dilontarkan kedua pelaku penipuan Wawai Bridal ini tetap harus diganjar dengan hukuman yang setimpal. Semoga kasus seperti ini tidak terjadi lagi.