Jumat, 24 Juli 2015, Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat mengatakan penolakan terhadap keinginan Inggris meninggalkan Uni Eropa. Menurutnya, Inggris akan lebih baik jika terus menjadi bagian dari Uni Eropa, ini disebabkan Inggris memiliki pengaruh yang besar terhadap dunia.

Selain itu, orang nomor satu di Amerika Serikat ini pun menambahkan, bahwa Inggris merupakan rekan terbaik bagi negaranya yaitu Amerika Serikat. Dengan melakukan suatu kepentingan negara dalam usaha membuat dunia menjadi lebih tertib dan aman.

Lebih dari itu, Obama pun menganggap untuk mempertahankan pengaruh Inggris di tingkat global, maka tidak ada pilihan lain selain Negara Kerajaan tersebut tetap menjadi bagian dari Uni Eropa. Melalui pernyataan inilah Obama menegaskan tentang penolakannya terhadap keinginan Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Terkait dengan keinginan Inggris meninggalkan Uni Eropa, Obama sangat menyayangkan hal tersebut. Baginya, Uni Eropa telah berhasil menjadikan dunia tempat yang sejahtera dan aman. Dalam hal ini Inggris pun tentu memiliki andil yang begitu besar, di samping keberhasilan Inggris menjadikan kerjasama transatlantik antara Amerika Serikat, Inggris, dan juga negara lain di Eropa sangat krusial.

Dalam wawancaranya dengan BBC yang kemudian dikutip oleh Telegraph, Obama mengatakan: “Setelah berakhirnya perang dunia II, Uni Eropa merupakan landasan dari beberapa intuisi. Dengan adanya mereka, keadaan dunia menjadi sejahtera dan aman”. Obama pun menambahkan bahwa dirinya ingin memastikan supaya Inggris tetap memiliki pengaruhnya terhadap dunia.

Tidak sampai di situ, Obama pun sempat mengakui tentang baiknya Perdana Menteri Inggris yaitu, David Cameron sebagai rekan serta mengagumi pemerintahannya. Hal ini dikarenakan Perdana Menteri Inggris ini akan memberikan sumbangan dua persen GDP Inggris untuk biaya North Atlantic Treaty Organization atau NATO selama kurang lebih 5 tahun ke depan.

“Ingris merupakan rekan yang sangat penting. Di tengah anggaran belanja negaranya yang sedang terbatas, Inggris tetap berkomitmen untuk membantu dalam pembiayaan NATO.” Tegas Obama. Pernyataan terakhir Obama ini mewakili tentang bagaimana pengaruh besar Inggris terhadap dunia.

Namun, tanggapan lain diberikan oleh Ash Carter yang merupakan Menteri Pertahanan Amerika Serikat. Menurutnya, dunia akan mengalami kerugian besar jika Inggris selalu melakukan hal yang secara militer berada di luar batas kemampuannya, yang dilakukan dengan cara pemotongan anggaran pertahanan.

Keluar dari itu, pernyataan Obama untuk penolakan terhadap keinginan Inggris meninggalkan Uni Eropa, disampaikan saat adanya rencana referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa pada tahun 2017. Hal ini sejalan dengan janji yang diberikan David Cameron sebagai Perdana Menteri Inggris ketika terpilih kembali di tahun ini.

Keinginan Inggris untuk memisahkan diri atau meninggalkan Uni Eropa ini ditunjukkan dengan adanya survey yang dilakukan mulai tahun 2010. Survey ini memberikan gambaran bahwa Inggris memiliki dua soal dalam keanggotaan Uni Eropa. 56 % menunjukkan bahwa warga negara Inggris benar-benar menginginkan negaranya terpisah dari Uni Eropa. Hal ini sesuai dengan hasil survey pada tahun 2012.

Alasan yang mengakibatkan munculnya keinginan tersebut adalah bahwa warga Inggris merasa, dengan menjadi anggota Uni Eropa, kerjasama Inggris dengan negara lain terutama China, seolah dibatasi. Selain itu, mereka pun menganggap bahwa keanggotaan Inggris di dalam Uni Eropa menjadi salah satu sumber yang mengakibatkan banyaknya imigran datang dari negara anggota yang lain ke negara Inggris. Dan hal ini mengancam warga lokal Inggris kehilangan mata penceharian.