perempuan perokok
foto: wikipedia.org

Seorang perempuan mengeluh di jejaring sosial berkaitan dengan masalah perempuan perokok. Dia mengeluh tentang adanya “diskriminasi” terhadap perempuan perokok, padahal laki-laki lebih banyak yang merokok. Stempel negatif bagi perempuan yang merokok memang masih sering dilakukan oleh masyarakat kita. Seperti yang terjadi baru-baru ini pada Ibu Susi Pudjiastuti yang kedapatan merokok seusai pengumuman Kabinet Kerja. Beliau dipercaya menjadi Menteri Perikanan dan Kelautan.

Beberapa kalangan bersikap sinis terhadap beliau, “perempuan kok merokok?”, begitu kira-kira pendapat masyarakat. Tentu saja rokok bisa tidak berkaitan langsung dengan kinerja seorang menteri, tapi tentu dapat berkaitan dengan kesehatannya. Berdasarkan data yang ada, pertumbuhan perempuan perokok saat ini lebih tinggi di negara berkembang daripada negara maju. Jumlah perokok perempuan memang tak setinggi perokok laki-laki. Hal tersebutlah yang mungkin membuat perempuan perokok mendapatkan pandangan yang berbeda dari masyarakat.

Masalah rokok tak bisa dipisahkan dari masalah kesehatan, begitu juga dengan kesehatan perempuan. Seperti yang tertera pada bungkus rokok bahwa merokok bisa mengganggu kesehatan janin. Sebagai seorang calon ibu, tentunya perempuan harus menjaga kesehatannya, seperti menghindari rokok saat mereka sedang hamil.

Lalu apakah perempuan perokok berbeda dengan laki-laki? Selain sebagai ibu yang memiliki masa hamil, dan merawat bayi, ternyata efek rokok pada perempuan berbeda dengan laki-laki. Efek rokok pada perempuan lebih berat daripada laki-laki. Seperti pada pengurangan harapan hidup pada perempuan perokok lebih besar daripada perokok laki-laki. Rata-rata laki-laki dewasa usianya berkurang 13,2 tahun karena merokok sedangkan perempuan dewasa yang perokok kehilangan 14,5 tahun.

Perokok berisiko menderita penyakit kanker, salah satunya kanker paru-paru. Akhir-akhir ini kanker paru-paru pada perempuan meningkat. Pada tahun 1987, kanker paru-paru melampaui kanker payudara menjadi penyebab kanker paling mematikan pada perempuan Amerika. Merokok sekarang menjadi penyebab 80% kematian karena kanker paru-paru. Selain kanker paru-paru masalah serangan jantung juga sering berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Jika kita meneliti pada perempuan yang sudah tua, penelitian menunjukkan bahwa perokok perempuan akan memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah daripada perempuan yang tidak merokok. Jadi baik pada laki-laki dan perempuan, merokok memang dapat mengganggu kesehatan. Walaupun lebih berat risikonya pada perempuan, tentunya kampanye anti rokok juga harus menyasar segala kalangan baik laki-laki maupun perempuan.