airasia2

Patut disyukuri keputusan cepat memulangkan Pesawat Air Asia tujuan Jeddah, Arab Saudi ke landasan Kuala Lumpur Malaysia sebelum kerusakan mesin mengulang tragedi QZ8501.

Pesawat AirAsia berangkat dari Kuala Lumpur pukul 11.15 tujuan Jeddah, Arab Saudi. Namun akibat gangguan mesin, pesawat harus berputar-putar selama lebih dari empat jam di atas Selat Malaka. Syukurlah pesawat sukses mendarat di bandara internasional Kuala Lumpur, Minggu sore (8/2).

“Salah satu mesin otomatis tidak berfungsi baik. Sebenarnya tidak apa-apa untuk terbang tetapi kami (putuskan) kembali ke landasan,” kata Tony Fernandes, CEO AirAsia Group kepada kantor berita AFP melalui pesan teks.

Pertanyaan pun menyeruak melalui media sosial soal alasan Fernandes menyebut manuver darurat tersebut seperti tindakan pencegahan “rutin” atau “gangguan teknis kecil”.

“Apa yang sedang terjadi dengan Malaysia dan pesawat terbang? Benar-benar menakutkan,” posting seorang pengguna Twitter.

Direktur eksekutif AirAsia Kamarudin Meranun mengatakan gangguan mesin itu terjadi sekitar 45 menit setelah pesawat lepas landas. Sejumlah situs web pelacakan penerbangan menunjukkan; AirAsia X dengan nomor penerbangan D7172 sudah berputar-putar beberapa kali di atas Selat Malaka untuk menghabiskan bahan bakar.

Sedangkan penjelasan Tony Fernandes, manuver mengkhawatirkan Air Asia juga disebabkan kondisi pesawat penuh bahan bakar yang biasa digunakan selama penerbangan beberapa jam ke Arab Saudi. Pilot harus berputar-putar guna membuang bahan bakar sebelum mendarat selamat di Malaysia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Malaysia Liow Tiong Lai dalam kicauan di akun media sosial Twitternya, membenarkan kejadian darurat tersebut.

“Saya diberitahu penerbangan D7172 mengalami gangguan teknis dan harus berputar-putar di Selat Malaka. Pesawat sudah mendarat selamat di Kuala Lumpur,” kata Tiong Lai.

Kilas peristiwa; dalam setahun terakhir sedikitnya sudah terjadi tiga kali kecelakaan pesawat dialami maskapai asal Malaysia.

Malaysia Airlines MH370 :  Hilang pada 8 Maret 2014 setelah berbelok secara misterius dari rute awalnya, Kuala Lumpur-Beijing. Pesawat membawa 239 orang diyakini jatuh di Samudera Hindia tetapi belum ditemukan sampai sekarang.

Malaysia Airlines MH17; Ditembak jatuh di Ukraina pada Juli 2014

AirAsia QZ8501 jatuh di Selat Karimata pada 28 Desember 2014