Butuh modal?
www.pinjamanmudah.com

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa, merupakan target pasar potensial bagi banyak negara lain dalam upaya memasarkan produknya. Selain itu, jiwa konsumtif yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia juga semakin membuka peluang usaha yang besar di Indonesia. Wajarlah jika dengan kenyataan tersebut, banyak karyawan yang kemudian membuka peluang kerja sampingan dan bahkan keluar dari zona nyaman, merintis usaha dari nol.

Untuk merintis usaha tersebut tentunya ada banyak hal yang harus difikirkan dengan matang. Baik meliputi perencanaan, proses pendirian usaha, serta terkait dengan pendanaan atau Pinjaman Dana modal usaha. Yang terakhir ini seringkali menjadi beban dan fikiran paling mengganggu bagi para calon pengusaha. Mau membuka usaha kecil sesuai modal, rasanya tanggung karena kebanyakan, bahan baku dan produk yang akan dipasarkan itu akan semakin murah apabila dibeli dalam jumlah besar. Sedangkan mau membuka usaha yang sekalian besar, modalnya tidak ada atau tidak mencukupi.

Dalam hal ini, ada beberapa versi pendapat yang sering terdengar. Ada yang berkata: ‘Tak apa modal kecil, usaha kecil, asalkan tidak menanggung hutang’. Namun ada pula yang berpendapat: ‘Berhutanglah, maka kau akan kaya’. Pendapat yang kedua ini tentu saja dengan lanjutan bahwa berhutang, harus disesuaikan dengan kondisi. Sesuaikan dengan kebutuhan, target pendapatan untuk membayar cicilan, serta alternatif ketika usaha tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan. Jangan sampai usaha kecil yang dibangun dengan modal sendiri, terpaksa kehilangan pangsa pasar yang besar karena kekurangan modal dan akhirnya gulung tikar. Atau usaha besar yang dibangun dengan dana pinjaman, tidak dikelola dengan baik, malah menanggung hutang pinjaman dana modal.

Jika kemudian calon pengusaha benar-benar membutuhkan modal, maka ada beberapa alternatif perolehan pinjaman dana modal tersebut. Di antaranya:

1. Merangkul investor atau orang yang berminat membangun kerjasama. Dengan alternatif ini, pengusaha memang bisa mengembalikan modal dalam bentuk bagi hasil dengan investor. Namun, alternatif ini dinilai sangat beresiko jika tidak dikelola dengan baik, dengan pembukuan dan perjanjian yang kuat. Sebab dapat berakhir ricuh antara satu dan lainnya.

2. Pinjaman bank juga dapat menjadi alternatif pinjaman dana modal usaha yang paling menjanjikan. Biasanya dengan jaminan bpkb mobil atau surat kepemilikan tanah/bangunan yang nilainya disesuaikan dengan nilai pinjaman, serta lama jangka waktu cicilan, dalam beberapa waktu dana sudah dapat dicairkan. Namun sangat disayangkan kebanyakan pengusaha mengeluhkan suku bunga yang tinggi pada pinjaman bank ini. Tapi bank bisa memberikan pinjaman dalam jumlah yang besar. Cocok bagi pengusaha di bidang yang memerlukan banyak suntikan modal.

3. Pinjaman non bank merupakan pinjaman dari perusahaan pembiayaan sekalipun dananya juga bisa bersumber dari bank. Namun pengelolaannya bisa melalui koperasi dan perkreditan rakyat. saat ini bahkan pemerintah sudah memberikan lembaga pemberi pinjaman modal tanpa agunan bernama PNPM. Sekalipun dalam jumlah kecil, namun cukuplah membantu bagi pengusaha kecil dan menengah. Sebab bunganya juga tidak sebesar ketika meminjam ke bank.

 

Apapun itu, usahakan agar langkah yang

Butuh modal?
www.kreditur.net

diambil merupakan langkah yang tepat dan cocok untuk jenis usaha yang akan dirintis. Agar ke depannya tetap bisa berjalan seimbang.