Selidiki Kecelakaan Pesawat Air Asia
okezone(com)

Kapolri, Jenderal Sutarman mengatakan Mabes Polri akan menurunkan tim untuk menyelidiki jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501. Tim Mabes Polri ini juga akan menggandeng KNKT dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kementerian Perhubungan untuk selidiki kecelakaan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ8501 tersebut.

Tim sekarang sudah melakukan penyelidikan bersama penyidik PPNS Kemenhub dan KNKT. Kita tunggu hasilnya,” ujar Sutarman setelah berkunjung ke Posko DVI Polda Jatim, Senin (5/1/2015).

Jenderal Sutarman juga mengatakan penyelidikan terhadap kasus kecelakaan Air Asia QZ8501 ini akan dilakukan secara menyeluruh. Termasuk sebelum pesawat tersebut terbang. Tim penyelidikan ini akan menelusuri saat pesawat tersebut terbang, dan kemudian hilang kontak.

Penyelidikan dilakukan secara komprehensif,” ujar Sutarman.

Sebelumnya diberitakan Sutarman mengatakan bahwa tim penyidik memang sudah menyelidiki kasus ini beberapa hari setelah pesawat Air Asia QZ8501 dinyatakan hilang kontak. Penyelidikan dilakukan pada administrasi serta berbagai hal yang menjadi syarat penerbangan Air Asia QZ8501 tersebut.

Akan kami urutkan, penyebabnya apa, siapa yang menyebabkan kecelakaan. Di situlah kita akan ketahui siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu,” jelas Sutarman.

Namun, hingga kini Sutarman mengaku memang belum mendapatkan informasi yang cukup dari tim penyidik ini, termasuk mengenai tidak adanya izin penerbangan pesawat Air Asia tersebut. Ia menyerakna proses penyidikan ini sepenuhnya pada tim penyidik untuk enentukan siapa yang bertanggung jawab atas kasus jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 tersebut.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membekukan izin terbang Air Asia dengan rute Surabaya-Singapura. Pmbekuan izin terbang ini mulai berlaku tanggal 2 Januari 2015. Ini merupakan pemberian sanksi atar pelanggaran waktu operasional Air Asia dengan rute Surabaya-Singapura.

Dalam surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 tentang izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan pada Air Asia adalah Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sementara penerbangan Air Asia QZ8501 dilakukan hari Minggu.

Hal ini kemudian dibantah oleh pihak Air Asia. Direktur Safety and Security AirAsia Indonesia, Kapten Ahmad Sadikin menjelaskan, AirAsia tidak pernah mengoperasikan rute penerbangan tanpa adanya izin.

Kalau kami tidak punya izin, kami tidak mungkin terbang,” ujar Sadikin saat ditemui di posko antemortem, Mapolda Jawa Timur, Jumat (2/1/2015).