Prabowo Soenirman Memaki Gubernur DKI Jakarta
anekainfounik.wordpres(com)

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman memaki Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama saat mediasi DPRD DKI Jakarta dengan Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu di Kemendagri. Ia pun mengakuinya. Terkait hal ini, Prabowo berdalih, ia memaki Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama karena ingin membela Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi.

Sebelumnya, pada rapat mediasi yang dilakukan di Kemendagri pecan lau, Ahok memang tampak membenta serta menunjuk Anas. Pada saat itu, Ahok meminta agar Anas memaparkan tentang usulan pengadaan UPS di Jakarta Barat. Apa alasan Prabowo Soenirman memaki Gubernur DKI Jakarta? Ini alasannya.

Melihat anak buahnya dimaki-maki, ditunjuk-tunjuk, timbul rasa keinginan saya untuk membela. Karena melihat dia nunjuk-nunjuk dan maki-maki, jadi emosi saya. Rapat itu kan tempat untuk mengeluarkan pendapat. Jadi, saya berhak untuk berbicara,” jelas Prabowo saat ditemui di Gedung DPRD, Rabu (11/3/2015).

Meskipun begitu, Prabowo Soenirman menyatakan hujatan yang dilontarkannya hanyalah teriakan ”gubernur goblok”. Prabowo juga membantah sudah mengucapkan kata-kata yang kasar dan rasial. Ia juga tidak segan untuk memenuhi panggilan dari pihak kepolisian terkait hal ini.

Kalau memang terbukti saya ngomong rasial, saya bayar,” jelas mantan Dirut PD Pasar Jaya itu.

Selain itu, Prabowo juga menyebutkan pasal-pasal pelaporan LBH Pendidikan yang ditujukan kepadanya tidak mempunyai landasan yang kuat. Pasalnya, tidak ada bukti yang membuktikan bahwa ia memang sudah melontarkan pernyataan yang berbau rasis.

Tuduhannya tidak benar. Pasal-pasalnya, tuduhannya, kan lebih mengarah ke ras, tetapi saya tidak pernah berkata rasial. Coba dicek lagi videonya, apa saya nyinggung tentang rasial,” ujar Prabowo.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, LBH Pendidikan sudah melaporkan Prabowo Soenirman ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pelanggaran Pasal 156 KUHP, dan Pasal 4 huruf b angka 2 juncto Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008, tentang pernyataan kebencian, permusuhan, atau penghinaan kepada suku tertentu.

Ada juga tuduhan lainnya yang diduga merupakan pelanggaran Pasal 207 KUHP tentang penghinaan dengan menggunakan kata-kata kasar di hadapan umum. Dalam masalah ini, Prabowo menjadi satu-satunya DPRD yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya.