368905_620.jtempo.pgPresiden Jokowi akan Mengundang Gubenur DKI Jakarta

Banjir kembali mengepung kota Jakarta. Terkait hal ini, Presiden Jokowi akan mengundang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk membicarakan masalah penanggulangan serta pencegahan banjir di Jakarta termasuk di Istana Kepresidenan.

Tadi saya memang di-sms Pak Gubernur bahwa Istana banjir, tapi saya belum bicara secara detil mungkin besok saya undang Pak Gubernur,” ujar Presiden Jokowi saat mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Selasa (10/2/2015)dinihari.

Menurut Presiden Jokowi, banjir yang terjadi di Jakarta akan banyak berkurang jika pembangunan terowongan Ciliwung menuju BKT (Banjir kanal Timur) rampung.

Selain itu, tahun ini juga sesuai yang saya sampaikan, akan dimulai pembangunan dan pembebasan tanah untuk waduk yang di Ciawi Bogor,” ujar Presiden.

Ia juga menyebutkan pembangunan waduk tersebut tidak mungkin untuk diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat.

Sudah berpuluh-puluh tahun masalah banjir belum bisa diselesikan, tapi kita akan akan memperkuat dengan cara-cara itu. Nanti saya akan melihat progres pembangunan waduk di Ciawi dan akan melihat juga kapan selesainya pembangunan terowongan dari Ciliwung ke BKT,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menuturkan mengenai penandatanganan nota kesepahaman terkait industry otomotof Malaysia Proton.

Kita saat itu diundang untuk datang ke Proton dan yang hadir di sana adalah chairmannya DR Mahathir Mohammad yang mengundang secara khusus dan hadir juga PM Malaysia Najib Razak, jadi saya pada posisi diundang datang,” ujarnya.

Menurutnya, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan business to business juga masih dalam tahapan yang sangat awal. Presiden Jokowi juga menuturkan, jika beliau bicara soal mobil nasional, ia akan bicara soal Esemka.

Yang jelas kalau mobil nasional itu brand dan principalnya harus di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menjelaska hasil kunjungannya ke Negara Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Dengan Brunei Darussalam tidak banyak hal yang bisa kita sepakati karena kita tidak banyak masalah dengan Brunei. Brunei stabil dan baik, kondisi buruh migran baik dan kita mengundang banyak lagi investor ke Indonesia,” jelas Presiden Jokowi.

Sementara dengan Negara Filipina telah disepakati pervepatan pembahasan tentang batas landas kontinen.

Kemudian telah ditandatangani kerja sama terkait pemberantasan narkotika dan bahan berbahaya, kerja sama bidang pendidikan dan terkait pertahanan,” pungkas Jokowi.