washingtonpost.[com]
washingtonpost.[com]
Radamel Falcao dipastikan tidak lagi berharap meneruskan bergabung ke Manchester United untuk musim kompetisi mendatang.   Pemain pinjaman asal AS Monaco ini lebih memilih klub lain  bisa membuatnya nyaman menjadi pemain reguler.

Kabar ini  beredar menjelang  akhir kompetisi Liga Inggris 2014/2015, selain itu selama ini penyerang asal Kolumbia justru lebih sering duduk di bangku cadangan dari pada bermain di lini depan tim.

Menurut penilaian manager MU sekaligus pelatih, Louis Van Gaal, menilai performa Falcao selama bergabung dengan tim Setan Merah kurang meyakinkan.  Apalagi kondisi Falcao kerap bermasalah dengan cidera lutut yang belum sembuh benar.  Intinya penampilan Falcao tidak sesuai dengan harapan pelatih asal Belanda ini.

Berdasarkan fakta ini pihak Manchester United memberikan tanda tidak akan mengambil opsi melanjutkan kontrak dengan pemain AS Monaco.

Sementara menutur pengakuan dari Falcao, bahwa selepas kompetisi musim ini, dia segera memerintahkan agennya untuk mencari tim yang bersedia membelinya, dan menjamin bahwa dirinya bisa diturunkan pada skuat inti.

Pemain kelahiran Bogota, Kolumbia sindiri mengaku tak tertarik, kembali  ke AS Monaco. Dia memutuskan untuk mencari klub lain yang bersedia memakai tenaganya.

“ Aku ingin mencari tim yang menjaminku bisa bermain secara reguler,” demikian tutur Falcao.

Dalam kesempatan yang sama Falcao juga membantah gossip yang mengabarkan terjadi konflik antara dirinya dan Van Gaal.  Menurutnya sbagai manager, adalah wajar jika dia mengeluarkan kebijakan terhadap pemain demi kemajuan timnya. Dia juga tidak pernah protes terhadap kebijakan Van Gaal yang selalu menampatkan dia selaku pemain cadangan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Falcao berlabuh ke Old Trafford dengan status sebagai pemain pinjaman AS Monaco pada musim panas 2014.Kehadiran Falcao di MU diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi tim barunya.  Namun hingga pekan ke-30 Premier League, Falcao baru mengoleksi empat gol dari 20 penampilan bersama MU. Hasil ini jauh dari harapan publik Manchester United  dan Louis Van Gaal sendiri.