Hak Interpelasi untuk Jokowi
merdeka.com

Wacana untuk melakukan interpelasi pada Jokowi sudah bergulir sejak kenaikan BBM diumumkan. Hari ini, sebanyak 18 anggota DPT sudah menandatangani pengajuan hak interpelasi tersebut kepada Presiden Joko Widodo terkait kenaikan harga BBM bersubsidi. Semua anggota DPR yang menandatangani berasal dari fraksi KMP (Koalisi Merah Putih).

Ade Komaruddin, Ketua Fraksi Golkar mengatakan, sejumlah anggota Dewan Perwakilan rakyat (DPR) memang mempertanyakan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi yang dinilai tidak pro kepada rakyat tersebut. Para pimpinan fraksi ini berusaha untuk memfasilitasi hak interpelasi untuk Jokowi tersebut.

Teman-teman anggota telah menginisiasi untuk menandatangani (usulan hak interpelasi) terhadap kebijakan ini. Insya Allah hari Rabu (26/11/2014) mendatang akan disampaikan,” ujar Ade saat dteui di Kompleks Parlemen, Senin (24/11/2014).

Ade juga mengatakan, para anggota dewan ini juga berencana turun ke masyarakat guna mendaparkan pandangan masyarakat terkait kenaikan harga BBM tersebut yang akan dilaksanakan Kamis (27/11/2014). Hasil dari penandatangan serta penggalangan aspirasi ini akan disampaikan kepada pimpinan DPR yang kemudian akan disahkan sebagai hak lembagai melalui sidang paripurna.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, DPR bisa menggunakan hak bertangan kepada pejabat Negara atau pemerintah dengan syarat sudah diusulkan oleh minimal 25 orang anggota DPR dari dua fraksi di DPR.

Sementara itu, hari ini, anggota-anggota DPR yang sudah menandatangani pengajuan usul hak interpelasi untuk Jokowi ini diantaranya:

1. Mukhamad Misbakhun dari fraksi Golkar
2. Eka Sastra dari fraksi Golkar
3. M Sarmuji dari fraksi Golkar
4. M Suryo Alam dari fraksi Golkar
5. John K Azis dari fraksi Golkar
6. Bambang Soesatyo dari fraksi Golkar
7. Moh Nizar Zahro dari fraksi Gerindra
8. Harry Poernomo dari fraksi Gerindra
9. Abdul Hakim dari fraksi PKS
10. Totok Daryanto dari fraksi PAN
11. Yandri Susanto dari fraksi PAN
12. Jazuli Juwaini dari fraksi PKS
13. Desmond J Mahesa dari fraksi Gerindra
14. Aboe Bakar dari fraksi PKS
15. Kardaya Warnika dari fraksi Gerindra
16. Budi S dari fraksi Golkar
17. H M Luthfi dari fraksi Golkar
18. Kahar Muzakir dari fraksi Golkar

Jika melihat dari jumah minimalorang yang menyetujui (menandatangani) usul hak interpelasi, sepertinya jumlah ini masih kurang. Apakah jumlah ini akan bertambah? Kita lihat saja nanti.