laki-laki irak ditembak
sumber: abcnews(go)(com)

Seorang laki-laki Irak ditembak di Dallas, Amerika Serikat saat ia mengambil foto salju yang baru turun. Penembakan tersebut tidak jelas apa maksudnya, polisi saat ini masih melakukan investigasi atas kejadian tersebut. Ahmed Al-Jumaili, 36 tahun, ditembak sampai tewas di lahan parkir sebuah kompleks apartemen pada Kamis malam lalu.

Al-Jumaili baru saja pindah ke Amerika tiga minggu yang lalu, menurut sebuah halaman pengumpul dana yang dibuat oleh teman-temannya. Departemen kepolisian Dallas mengatakan bahwa penembakan terjadi pada jam 11:40 malam, saat Al-Jumaili dan istrinya sedang mengambil foto salju yang turun. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat dan kemudian meninggal di sana.

Menurut WFAA, saksi mengungkapkan pada polisi bahwa ada sekelompok laki-laki mulai menembak dari sebuah senjata api dan mobil-mobil terdekatnya juga ikut tertembak. Crimestoppers menawarkan $5,000 untuk informasi yang bisa memudahkan penangkapan.

Mereka juga mengungkapkan tentang kisah cinta Al-Jumaili dan istrinya Zahara. Mereka baru saja menikah 16 bulan yang lalu. Saat itu mereka berdua tinggal di Irak. Zahara memutuskan untuk pindah ke Amerika dan tinggal bersama saudaranya. Ia percaya bahwa Amerika Serikat adalah tempat yang lebih aman daripada di Irak. Kurang dari sebulan yang lalu situs tersebut menyebutkan bahwa Al-Jumaili yang tinggal di Irak untuk terus bekerja dan menabung agar bisa bersama kembali dengan istrinya di Dallas.

Namun insiden penembakan yang terjadi kemarin itu membuat impian mereka untuk hidup bersama di Amerika menjadi kisah tragis yang tidak ingin dialami oleh semua orang. Tentu saja Zahara tidak pernah menginginkan suaminya menjadi korban penembakan tersebut.

Mendengar berita tentang laki-laki Irak ditembak di Dallas membuat semua orang langsung berpikir bahwa ini adalah penembakan rasis. Penembakan pada orang-orang muslim yang memang telah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat. Padahal Zahara sendiri berharap Amerika Serikat menjadi tempat yang lebih aman daripada di Irak, namun kenyataannya tak seperti itu.

Berita laki-laki Irak ditembak di Dallas, mengundang komentar banyak netizen. Salah satunya menuliskan, He survived A brutal dictator. He survived Shock and Awe. He survived an occupation by a foreign country. He survived a Suni-Shia civil war. He escaped being beheaded by ISIS and actually escaped Iraq altogether, even made it to the promise land!  America!! Then, he got shot and killed in a parking lot while taking a picture of snow, by a random shooter. Gee, that is not funny, not even a little bit.”