Aksi Anarkis

Berbagai aksi kekerasan telah sering dilakukan oleh Front Pembela Islam sejak berdirinya Organisasi Massa ini. Beberapa diantaranya bahkan hingga menyebabkan korban luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Baru-baru ini pun terjadi aksi anarkis FPI yang menolak Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta. Aksi ini dilakukan di depan gedung DPRD DKI Jakarta dan di Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam aksi anarkis FPI ini, massa yang berseragam putih-putih ini menggelar demonstrasi hingga terjadi kericuhan. Mereka secara tiba-tiba melemparkan batu ke arah petugas kepolisian hingga menyebabkan belasan anggota polisi yang terluka dan harus dibawa ke rumah sakit. Bahkan mereka juga melemparkan kotoran sapi.

Terkait kasus aksi anarkis FPI ini, Mabes Polri memutuskan untuk bertndak tegas. Irjen Pol Ronny F Sompie, kepala Divisi Hubugan Masyarakat (Kadivhumas) Mabes Polri menegaskan bahwa pihak kepolisian akan memberikan rekomendasi kada Kemendagri (kementerian Dalam Negeri) terkait adanya wacana pembubaran Ormas Islam ini.

Polri hanya bisa memberikan rekomendasi kepada Kemendagri,” ujar Ronny, Senin (6/10).

Meskipun pembubaran Front Pembela Islam ini ada di tangan Kementerian Dalam Negeri, Polri akan tetap berkoordinasi atas rekomendasi ini. Bukan hanya itu saja, polisi juga akan mengikutsertakan Kementerian Hukum dan HAM.

Hingga saat ini, kasus aksi unjuk rasa yang dilakukan FPI di DPRD DKI Jakarta dan Balai Kota DKI Jakarta masih diselidiki oleh Polda Metro Jaya. Hasil penyelidikan ini nantinya akan menjadi bahan untuk diskusi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) dengan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam), Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) serta staf operasional Kapolri.

Setelah kasus dan wacana pembubaran FPI ini digosok, nanti baru akan dilakukan pengajuan ke Kapolri. Rekomendasi ari Kapolri ini akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri utuk dijadikan bahan pertimbangan.

Kita tunggu saja hasil penyelidikan kasus tersebut,” tambahnya.

FPI memang salah satu ormas Islam yang sangat vokal dan sering melakukan aksi-aksi yang berujung kericuhan. Jika memang pembubaran FPI ini diperlukan dan dinilai lebih baik, semoga ormas ini bisa menerimanya dengan legowo. Namun, jika ternyata tidak perlu dibubarkan, mungkin hal yang diperlukan adalah pembaharuan dalam tubuh FPI itu sendiri agar tidak terjadi lagi aksi anarkis seperti yang sudah-sudah.