teknologi masa depan
foto: techspark(co)

Sebuah perusahaan Inggris menampilkan demo teknologi masa depan di SXSW bernama Ultrahaptics. Sesi demo tersebut berjudul, “Saat perangkatmu memutuskan untuk menyentuhmu balik,” dipimpin oleh direktur strategi digital mereka yaitu Rohit Thawani. Selama ini layar sentuh merupakan penemuan yang cukup populer dan disukai oleh masyarakat. Seperti yang diaplikasikan pada layar telepon seluler, layar sentuh menggantikan tombol-tombol permanen yang sekarang sudah terlihat kuno.

Manusia selalu bermimpi, salah satunya tentang teknologi masa depan yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Ada yang impiannya tersebut menjadi kenyataan dan disukai dan ada pula yang tidak. Bagaimana dengan ide layar sentuh yang bisa menyentuhmu balik? Teknologi ini seperti cukup menarik diterapkan dalam dunia hiburan digital, yang bisa mencakup perawatan kesehatan, mobil, komputer, iklan, dan bahkan seksual.

Demo Ultrahaptics dilakukan dengan generator ultrasound kecil, dan ini juga bisa dikoneksikan pada laptop Apple yang dapat menjejaki pergerakan dari tangan. Demo lainnya menyediakan sentuhan seperti kenyataan yaitu sebuah video roller coaster yang berjalan di smartphone.

Sebenarnya teknologi haptic tidaklah baru, namun sensasi yang dapat dirasakan seseorang saat menyentuh perangkat mereka memang bisa disebut sebagai teknologi masa depan yang mungkin akan digunakan secara massal.

“Taptic Engine” bahkan akan segera dirilis untuk jam tangan Apple atau Apple Watch, ini berarti mereka akan menyentuh  pergelanganmu ketika ada alarm atau notifikasi. Perangkat baru dikirimkan pada musim panas ini untuk iPad Mini yang disebut dengan Phorm. Phorm menyediakan keyboard dengan tombol tactile yang dapat kamu ketik saat kamu membutuhkan mereka tapi akan menyusut saat layar sentuh datar-nya kamu butuhkan. Biaya untuk preorder-nya yaitu $99 ditambah dengan biaya pengiriman.

Thawani percaya bahwa “sekali kamu mencoba haptics maka pengalaman tersebut tidak akan membuatmu meninggalkan mereka.”

Rasa optimis Thawani tersebut tentu bisa dibuktikan dengan waktu. Apakah masyarakat benar-benar membutuhkan teknologi masa depan ini, atau tidak. Masyarakat memang haus akan teknologi, tapi tidak semuanya. Sebagian masih senang dengan sesuatu yang tradisional walaupun mau tidak mau mereka harus beradaptasi dengan lingkungan yang terpengaruh oleh teknologi.