Tiga Jenazah Penumpang Air Asia QZ8501
CNNindonesia(com)

Pada hari ke-9 proses pencarian korban pesawat Air Asia QZ8501 tim gabungan Basarnas berhasil menemukan lagi serta mengevakuasi tiga jenazah penumpang Air Asia QZ8501 tersebut. Ketiga jenazah orang dewasa ini ditemukan serta dievakuasi oleh Kapal Diraja (KD) Kasturi milik Malaysia di perairan Selat Karimata.

Ketiga jenazah diambil dari kapal Malaysia dengan menggunakan helikopter Dauphin milik Basarnas. Jenazah kemudian didaratkan di Lanud skandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Helikopter tiba di Lanud Iskandar pada pukul 12.50 WIB kemudian langsung dikirim ke RSUD Sultan Imanudin.

Berdasarkan hasil identifikasi awa, diketahui dua jenazah dari ketiganya berjenis kelamin laki-laki dan diberi nomor 35 dan 36. Sementara itu, satu jenazah lain berjenis kelamin perempuan dan diberi nomor 37. Setelah ketiga jenazah ini diidentifikasi awal, kemudian akan dipetikan dan diterbangkan ke Lanud Juanda, Surabaya, yang kemudian akan dibawa ke RS Bhayangkara. Rumah Sakit Bhayangkara sendiri merupakan pusat identifikasi korban pesawat Air Asia QZ8501.

Nantinya dibawa ke RS Bhayangkara, Sidoarjo,” jelas Komandan Lanud Iskandar, Johnson Simatupang, di Pangkalan Bun.

Ditemui di tempat yang berbeda, Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Bambang Soelistyo mengatakan hingga kini prioritas masih pada pencarian korban. Pencarian serpihan bagian pesawat justru untuk menemukan lebih banyak lagi korban.

Soelistyo juga menambahkan serpihan bagian pesawat masih ada di area prioritas yang berwarna merah. Dengan ditemukannya tiga jenazah tersebut, total korban penumpang Air Asia QZ8501 yang sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi berjumah 37 orang.

Namun, proses pencarian korban penumpang Air Asia QZ8501 ini terhambat cuaca. Bukan hanya gelombang besar yang menghambat proses pencarian dan evakuasi korban penumpang Air Asia, Angin kencang sering kali menghambat proses pencarian ini. Selain itu, hujan juga menjadi salah satu penghambat proses pencarian Air Asia.

Seperti halnya sore ini, hujan mengguyur lokasi pencarian dan Pangkalan Bun sehingga proses pencarian menjadi terhambat. Padahal tim pencarian korban pesawat Air Asia harus berpacu dengan waktu untuk menemukan seluruh korban pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang sejak Sembilan hari yang lalu ini.