wanita hispanik
foto: dosomething.org

Seorang wanita Hispanik yang memiliki jabatan dalam manajemen MLB (Major League Baseball) bernama Sylvia Lind mengajukan tuntutan pada pengadilan federal Manhattan. Dalam tuntutannya ia mengungkapkan bahwa manajemen liga tersebut bersikap diskriminatif terhadap pekerja wanita Hispanik. Lind yang berumur 48 tahun mengatakan bahwa liga tersebut memiliki lingkungan kerja yang memusuhinya.

Dari tuntutan yang diajukan tersebut, diungkapkan bahwa Lind bekerja di industri yang didominasi laki-laki kulit putih dan tidak mendapatkan promosi serta digaji rendah sejak tahun 1995. Lind mengungkapkan bahwa orang Hispanik tidak terwakili dalam tingkat manajemen sementara baseball memiliki pemain Hispanik dengan persentase yang cukup tinggi. Dia mengatakan bahwa 52 orang yang menjadi wakil pimpinan atau di atasnya hanya dua yang merupakan orang Hispanik dan hanya 12 yang perempuan.

Menurut tuntutan itu, Lind yang merupakan keturunan Kuba dan tinggal di New Jersey mendapatkan pendidikan di Fordham University School of Law pada tahun 1995. Ia mulai bekerja pada 21 November 1995 sebagai seorang supervisor pada departemen hukum MLB Properties Inc dengan gaji tahunan sebesar $43.000.

Dia mengungkapkan bahwa ia satu-satunya pengacara wanita Hispanik dalam departemen tersebut dan tidak ada pengacara Hispanik lainnya yang dipekerjakan lagi sejak itu. Lind mengungkapkan bahwa masalah yang ia hadapi di liga bertambah buruk setelah Robinson yang bermain di beberapa tim antara tahun 1956 dan 1976, menjadi seorang eksekutif pimpinan dan baseball pada Juni 2012. Robinson mengkritiknya masalah tulisannya dan kemampuan lain yang dimilikinya.

Masalah diskriminasi ras di Amerika Serikat sepertinya masih bergulir dengan hangat sampai saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh Sylvia Lind, pekerja wanita Hispanik yang merasa mendapat perlakuan diskriminasi dari lingkungannya. Perlakukan diskriminasi di negara sebesar Amerika Serikat nyatanya memang bukanlah sebuah karangan belaka, karena ada banyak orang yang merasakannya di Amerika Serikat. Hal tersebut tidak hanya berdampak pada pekerjaan mereka, tapi juga sisi psikologis mereka. Perbedaan ras dalam kehidupan ini seharusnya menjadikan masyarakat saling mengenal satu sama lain bukan merendahkan orang lain dan meninggikan diri sendiri.