Penyakit-Nomophobia
Penyakit Nomophobia yang Menyerang Siapa pun | Foto: www(dot)venusbuzz(dot)com

Apa itu nomophobia? Nomophobia merupakan singkatan dari No Mobile Phone Phobia. Nomophobia adalah rasa takut dan cemas berlebih apabila seseorang jauh dari ponsel atau gadgetnya. Mereka yang terkena nomophobia dikenal dengan Nomophobian.

Ketergantungan terhadap ponsel menjadikan ponsel atau smartphone sebagai dewa atau menjadi nafas bagi orang yang memilikinya. Mereka beranggapan ‘tak ada ponsel hidup ini hampa’. Padahal dahulu sebelum tercipta ponsel pintar, orang-orangnya tetap hidup bahkan panjang umur.

Penyakit Nomophobia Ini Mengintai Mu!

Gadget-Addict
Kapan pun dimana pun ponsel ditangan | Foto: gadgetultra(dot)com

Biasanya si Nomophobian ini akan merasa sulit, cemas, dan takut jika berjauhan dengan ponselnya. Sebentar-sebentar cek ponsel, cek media sosial, dan sebagainya. Bahkan, ketika berbicara dengan teman atau orangtua sekali pun mereka tetap tak bisa meninggalkan ponselnya.

Tidur-dengan-Ponsel
Nomophobian Tidur dengan Ponsel | Foto: www(dot)businessinsider(dot)com

Walaupun sedang tidur orang yang terkena penyakit nomophobia akan terbangun hanya sekedar mengecek ponselnya. Yang lebih parah lagi saat ke kamar mandi pun ponsel harus selalu menemani dan tak lepas dari tangan. Kegelisahan dan rasa cemas akan menjadi-jadi jika mereka mendapati ponselnya hilang.

Apalagi saat ini banyak aplikasi yang diciptakan untuk mempermudah segala kegiatan hanya dengan mengaksesnya melalui ponsel. Seperti bayar listrik bisa melalui ponsel, transfer uang bisa melalui smartphone, hingga memesan ojeg pun bisa melalui ponsel.

Selain itu, banyak game-game seru yang bisa kita akses melalui ponsel. Bagaimana tidak terkena penyakit nomophobia, jika semua hal bisa dilakukan melalui ponsel pintar.

Ditambah lagi sosial media yang semakin banyak jenisnya. Kehadiran media sosial memaksa semua yang memiliki ponsel pintar menunjukkan eksistensinya. Meskipun tidak mengunggah status atau foto, tapi orang yang memiliki media sosial pasti mengecek timeline media sosialnya setiap hari.

Beberapa ahli psikolog mengatakan kecanduan akan smartphone kini semakin meningkat dan sudah mulai mewabah hingga anak-anak. Bahkan, kini balita pun keranjingan dengan gadget pintar ini.

Anak-Kecil-Gila-Gadget
Anak kecil juga mulai terjangkiti nomophobia | Foto: portalberitaeditor(dot)com

Para ahli psikolog tersebut melakukan sebuah penelitian tentang penyakit nomophobia ini. Menurut hasil penelitian sekitar 72% dari hampir 1.000 pelajar sudah memiliki ponsel atau smartphone sendiri. Kisaran umur mereka diantara 11-12 tahun.

Para pelajar tersebut biasanya menghabiskan waktu untuk bermain ponsel rata-rata 5-6 jam sehari. Dari hasil tersebut pun terungkap bahwa 25% anak-anak menunjukkan gejala penyakit nomophobia ini. Penelitian tersebut juga mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang dapat mengindikasikan kalau anak-anak terkena nomophobia.

Food-porn
Sebelum Makan Foto dulu | Foto: brilio(dot)net

Salah satu faktornya adalah Food Porn atau memotret makanan sebelum memakannya. Setelah dipotret, foto tersebut diunggah di media sosial. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan menunjukkan eksistensi mereka di media sosial.

Jika penyakit nomophobia ini dibiarkan pada anak-anak, bisa saja anak-anak mengakses hal-hal negatif melalui ponselnya. Contohnya saja menonton video porno melalui ponsel. Maka dari itu, peran orangtua sangat besar dalam hal ini. Jangan sampai membiarkan anak-anaknya mengakses hal-hal negative tersebut.

Dengan banyaknya orang yang terkena penyakit nomophobia pada akhirnya melahirkan kisah-kisah konyol yang berkaitan dengan ponsel. Contohnya, seorang turis asal Taiwan yang jatuh ke dermaga saat berjalan sambil melihat isi ponselnya. Kejadian ini terjadi beberapa bulan lalu.

Wanita-China-Terjerembab
Seorang gadis China ini terjerembab karen keasyikan main ponsel | Foto: internasional(dot)kompas(dot)com

Setelah itu muncul kembali berita tentang seseorang peremuan dari Sinchuan, China yang terperosok ke dalam gorong-gorong karena berjalan sambil melihat smartphone. Peristiwa ini sempat membuat geger para netizen di seluruh dunia.

Ketergantungan pada smartphone membuat orang menjadi anti sosial. Mewabahnya penyakit nomophobia ini menjadi sorotan dan trending topic dunia. Karena, jika dilihat dari beberapa peristiwa penyakit ini sudah menyebar melewati batas dan semakin parah.

Jika hal ini tidak mendapat perhatian dan tindakan, mungkin saja lama-kelamaan manusia di dunia ini tidak akan lagi bertegur sapa saat di jalan. Bahkan tidak akan ada lagi orang-orang yang berkumpul berbincang-bincang. Saat ini saja hal yang ditakutkan itu sudah mulai terasa.

Melihat semakin maraknya penyakit nomophobia yang menjangkiti para remaja di dunia. Akhirnya pemerintah di sejumlah Negara melakukan kebijakan-kebijakan yang dianggap mampu mengatasi fenomena ini, tak terkecuali Indonesia.

Generasi-Menunduk
Nomophobia atau Generasi Menunduk | Foto: wongbanten(dot)com

Di Indonesia melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika melakukan pemblokiran pada sejumlah situs-situs porno dan situs negatif lainnya. Hal tersebut merupakan salah satu langkah untuk mencegah penyakit nomophobia pada anak-anak.

Sedangkan di Korea Selatan, pemerintahnya menerapkan atruran melarang anak-anak dan remaja bermain game online hingga larut malam. Sementara itu, di China salah satu Negara yang mencanangkan ketergantungan terhadap internet sebagai gangguan klinis. Bukan hanya itu, kini di negeri Tirai Bambu itu telah membentuk sebuah klinik militer untuk mencegah masalah-masalah yang berhubungan dengan penyakit nomophobia ini.

Lalu apa ada ciri-ciri dari penyakit nomophobia ini? Tentu, mungkin ciri-ciri ini juga pernah Anda alami sendiri atau melihat orang sekitar dengan ciri-ciri penyakit ini.

Ciri-Ciri Penyakit Nomophobia

Ciri-Ciri-Nomophobia
Ciri ciri Nomophobia | Foto: www(dot)bukan(dot)info

Ada beberapa ciri-ciri penyakit nomophobia yang perlu Anda ketahui. Bisa saja salah satu ciri-ciri dari penyakit ini Anda pun mengalaminya. Berikut ini adalah ciri-cirinya;

1. Merasa panic ketika ponsel tidak ada dalam genggaman.

2. Membawa gadget kemana saja hingga ke kemar mandi.

3. Update status, unggah foto di media sosial tiap jam.

4. Selfie dimana pun dan kapan pun setiap saat.

5. Tidur dengan ponsel tetap berada tak jauh dari mu.

6. Selalu membawa powerbank atau charger, karena takut baterai ponsel habis.

7. Mood berubah ketika ponsel tidak ada signal.

8. Ketika bangun tidur hal pertama yang dilakukan adalah mengecek ponsel.

9. Café atau tempat apapun dengan fasilitas WIFI gratis adalah tempat favorit mu.

10. Cemas jika tidak menemukan WIFI dan kuota internet mu sudah habis.

Kesepuluh ciri-ciri penyakit nomophobia ini harus kita waspadai. Mungkin tanpa disadari kita juga pernah atau bahkan sering melakukan berbagai kegiatan yang mengindikasi penyakit nomophobia.

Penyakit nomophobia ini memang tak mengenal usia siapa pun bisa terkena sindrom ini. Cara mengurangi ketergantungan terhadap ponsel sebenarnya cukup mudah, yang penting harus dilakukan dengan tekad yang kuat. Yuk, mulai sekarang coba kurangi pemakaian ponsel dan kalau bisa gunakan ponsel seperlunya saja.

Baca Juga: Cara Membedakan Charger Asli dan Palsu Ini Gak Bakal Bikin Kamu Terkecoh Deh!