beras plastik

Setelah dihebohkan dengan pemberitaan prostitusi, anak terlantar, dan pendaki yang jatuh di kawah merapi, kini Indonesia digemparkan oleh penemuan beras plastik. Bagaimana ciri beras plastik? Yuk simak infonya!

Bekasi Diguncang Isu Beras Plastik

Awal mula merebaknya isu beras plastik berawal dari Youtube. Pada awal bulan Mei, dunia maya digemparkan dengan sebuah postingan video di Youtube. Video tersebut memperlihatkan cara pembuatan beras palsu dari bahan sintetik.

Ternyata isu beras plastik bukan hanya menghebohkan Indonesia, melainkan negara lainnya seperti China. Penjualan beras plastik tak hanya di China, tapi menyebar ke negara lain, yaitu India.

Kronologis Temuan Beras Plastik di Indonesia

Kehebohan beras plastik di Indonesia berawal dari Dewi Septian, salah seorang warga Bekasi yang menaruh rasa curiga atas beras yang ia beli. Keraguan ini berawal saat Dewi mengolah beras tersebut menjadi bubur.

Anehnya, meski beras dan airnya sudah ditakar dengan benar, bubur tersebut tidak matang. Pada bubur tersebut masih banyak bulir-bulir beras yang belum matang. Padahal waktu memasaknya pun sudah pas.

Kejadian ini membuat Dewi rugi. Bagaimana tidak, Dewi adalah seorang penjual bubur ayam dan nasi uduk. Namun karena buburnya gagal, Dewi pun tidak bisa berjualan.

instagram dewi

Karena bingung dengan keanehan ini, Dewi pun memposting foto bubur yang tidak matang tersebut ke sosial media, yakni Instagram.  Dewi membandingkan beras asli dan beras plastik. Selain itu, Dewi juga memajang bubur yang ia buat dari beras plastik.

Menemukan keanehan pada beras yang dibelinya, Dewi tak hanya mempostingnya di Instagram, melainkan juga mengirimkan email ke BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Diketahui bahwa Dewi mendapatkan beras tersebut dari pasar Mutiara Gading Timur.

Berdasarkan informasi dari Dewi, akhirnya Disperindagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi) Kota Bekasi menelusuri tempat Dewi memberi beras. Penelusuran ini dilakukan bersama pihak Mapolsek Bantargebang, Bekasi.

Hingga akhirnya pada 19 Mei 2015, toko beras yang disebut sebagai langganan Dewi ditutup sementara. Penutupan ini bertujuan untuk memudahkan proses penyidikan. Selain itu, untuk mencari tahu asli atau palsu, beras yang diduga berbahaya ini diuji di laboraturium.

Nah, agar tidak tertipu oleh beras palsu, kita harus tahu ciri-ciri beras plastik. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

Ciri-ciri Beras Plastik

warna

Yuk kenali lebih dekat ciri-ciri beras plastik! Jangan sampai tertipu sama warnanya yang bening. Iya, salah satu ciri beras palsu alias plastik adalah warnanya yang bening. Sementara beras asli berwarna putih susu.

Beras Ngambang

Kemudian, ketika beras palsu dicampurkan dengan air, beras akan mengapung. Sementara itu, jika beras asli akan menyatu dengan air. Keanehan juga terlihat saat ditanak, beras asli bentuknya mengembang karena menyerap air, sedangkan beras plastik justru mengeluarkan banyak air.

bubur

Selain itu, beras asli yang diolah menjadi bubur biasanya akan mengental. Berbeda halnya dengan beras plastik yang justruk berbentuk seperti buliran menggumpal seperti beras belum matang.

aroma

Lantas bagaimana dengan wangi dan rasa dari nasi olahan beras palsu? Perlu diketahui, beras plastik terbuat dari kentang dan resitu resin sintesis. Tak ada aroma khas nasi seperti biasanya.

Nah, kalau soal rasa, naasi dari beras asli dan palsu mudah untuk dibedakan. Nasi dari berasa asli rasanya manis dan tentu saja mengenyangkan. Berbeda halnya dengan nasi dari beras palsu, ada rasa sintesis, layaknya plastik.

Untuk mengantisipasi beredarnya beras plastik, pemerintah Kota Bekasi melakukan berbagai upaya. Apa saja upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi beras plastik?

Langkah Antisipasi Beras Plastik

beras

Pemerintah Kota Bekasi tidak mau lagi kecolongan atas beredarnya beras plastik di pasaran. Untuk itu, pemerintah Kota Bekasi melakukan beberapa langkah antisipasi.

Langkah pertama adalah dengan melakukan uji sampel laboraturium. Iya, beras plastik yang ditemukan di pasar akan diteliti untuk mengetahui bahan apa saja yang terkandung didalamnya.

Dalam uji sampel ini, Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama dengan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) serta Bulog (Badan Urusan Logistik). Nanti hasil uji sampel laboraturium akan diserahkan kepada BPOM untuk ditindaklanjuti.

Disamping uji sampel laboraturium, antisipasi lain adalah melakukan pengawasan ke pasar-pasar penjual beras. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir beredarnya beras plastik di kawasan Bekasi.

Lantas, bagaimana jadinya jika di lapangan ditemukan penjual beras plastik? Apakah akan diproses melalui jalur hukum?

Ancaman untuk Pengedar Beras Plastik

Seperti yang kita ketahui, hukum harus ditegakkan. Begitu pula halnya terkait permasalahan beras plastik. Dalam hal ini yang akan dikenakan hukuman adalah para pengedar atau penjual beras plastik.

Jika ditemukan pengedar beras plastik, ia akan dikenakan sanksi UU pangan. Sanksi yang diberikan bisa saksi pidana maupun administasi. Untuk masalah sanksi akan ditindaklanjuti oleh pihak Polri.

Berdasarkan info yang diperoleh, penemuan beras plastik di Bekasi adalah penemuan beras palsu yang pertama di Indonesia. Oleh karena itulah, perlu dilakukan pengujian dengan seksama.

Lantas, apa bahaya yang ditimbulkan jika mengonsumsi beras plastik? Adapun bahayanya adalah sebagai berikut.

Bahaya Mengonsumsi Beras Plastik

makan nasi

Penelusuran beras plastik di pasaran bukan tanpa alasan, melainkan karena mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Masuknya senyawa plastik ke dalam tubuh menyebabkan kerusakan pada organ penting, seperti halnya gagal ginjal dan gangguan hati.

Disamping itu, mengonsumsi beras plastik juga membuka peluang kanker menyerang tubuh. Hal ini dikarenakan, beras plastik mengandung zat dioksin yang bersifat karsinogenik. Bila dikonsumsi dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kanker.

Gejala yang biasanya dialami setelah mengonsumsi beras plastik adalah membuat seseorang kehilangan selera makan. Selain itu, juga akan terasa pusing dan mual.

Nah, terlalu sering mengonsumsi beras plastik membuat kandungan plastik menempel pada lambung. hal ini membuat perut terasa perih seperti sakit maag. Namun jika dibiarkan memungkinkan terkena kanker lambung.

Nah, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam memilih beras. Jangan sampai tertipu dengan beras plastik.