Demam Berdarah pada Anak

Demam Berdarah pada Anak Bisa Dicegah Hanya dengan 7 M!

Langkah pencegahan demam berdarah pada anak tentu lebih baik dilakukan daripada langkah pengobatan. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak pun rentan terkena infeksi demam berdarah, terutama di penghujung musim penghujan di masa peralihan antara musim hujan ke musim kemarau. Untuk itu para orangtua perlu menjadi lebih waspada. Berikut ini diambil dari website Indonesiadetox.com.

Demam Berdarah pada Anak Bisa Dicegah Hanya dengan 7 M!

Berikut ini beberapa langkah pencegahan demam berdarah pada anak yang bisa dilakukan oleh para orangtua.

1. Memakai Pakaian Panjang

Tentu para orangtua tidak bisa mengharuskan anak-anak untuk terus berada di rumah. Anak-anak tentu ingin bermain di luar bersama dengan teman-temannya.

Untuk mencegah gigitan nyamuk sebaiknya wajibkan anak untuk menggunakan baju lengan panjang dan juga celana panjang. Hal ini akan menghindari anak dari gigitan nyamuk pembawa penyakit demam berdarah yang biasanya menggigit di pagi hari dan di sore hari.

2. Menggunakan Obat Nyamuk

Saat anak-anak berada di rumah, sebaiknya pencegahan demam berdarah pada anak adalah dengan menggunakan obat nyamuk. Tidak hanya di malam hari saja tetapi juga di pagi hari dan di sore hari. Obat nyamuk elektrik menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan obat nyamuk bakar yang bisa mengganggu pernafasan anak.

3. Memasang Kelambu

Pasanglah kelambu di tempat tidur anak untuk mencegah dari gigitan nyamuk demam berdarah saat anak-anak beristirahat di siang hari.

4. Mengoleskan Obat Nyamuk Krim

Saat anak-anak ke sekolah, para orangtua bisa mengoleskan obat nyamuk berbentuk krim agar anak aman dari gigitan nyamuk demam berdarah. Sekolah juga bisa menjadi tempat yang rawan bagi anak terkena infeksi demam berdarah.

5. Menjaga Kebersihan

Cara pencegahan demam berdarah pada anak yang terpenting adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah. Kuraslah bak mandi secara teratur agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah. Tutup wadah penyimpanan air minum dengan rapat dan kuburkan benda-benda yang bisa menjadi tempat penampungan air hujan.

Baca:  Mengetahui Cara Menurunkan Berat Badan Golongan Darah O

Berbeda dengan jenis nyamuk lainnya, nyamuk penyebab demam berdarah memilih air yang bersih sebagai tempat untuk berkembang biak. Karena itu, sebaiknya perhatikanlah tempat-tempat yang bisa menjadi tempat penampungan air bersih.

6. Menggantung Pakaian Jangan Sembarangan

Hindari menggantung pakaian dibalik pintu atau di dinding. Pakaian yang bergantungan menjadi tempat favorit bagi nyamuk-nyamuk untuk beristirahat. Pakaian yang menggantung dengan aroma keringat manusia sangat disukai oleh nyamuk-nyamuk.

7. Melakukan Pengasapan

Bila memang di daerah sekitar tempat tinggal sudah mulai berjatuhan korban penyakit demam berdarah pada anak, para orangtua bisa mengusulkan kepada pengurus di lingkungan untuk melakukan penyemprotan atau pengasapan. Langkah ini akan membasmi nyamuk-nyamuk penyebab demam berdarah di suatu lingkungan secara serentak.

Dengan menerapkan beberapa langkah pencegahan demam berdarah tersebut, paling tidak resiko anak-anak terkena penyakit demam berdarah bisa dikurangi. Para orangtua juga harus memperhatikan asupan gizi anak-anak agar tubuh mereka memiliki kekebalan tubuh yang baik untuk menghadapi penyakit yang datang.

Kekebalan tubuh yang baik akan membuat anak-anak tidak cepat berada pada kondisi yang buruk saat harus terkena penyakit, seperti penyakit demam berdarah.

Para orangtua juga wajib mengetahui gejala-gejala awal apa saja yang terlihat pada penderita demam berdarah. Dengan mengetahui gejala-gejala demam berdarah tersebut, para orangtua bisa lebih sigap dalam mengambil langkah pengobatan yang tepat.

Gejala-gejala penyakit demam berdarah pada anak sesungguhnya tak jauh berbeda dengan gejala demam berdarah pada orang dewasa. Hanya saja, anak-anak tak selalu bisa menyampaikan gejala-gejala yang dirasakannya kepada orangtua. Anak-anak yang berusia belia hanya menunjukkan gejala berupa demam, gelisah, rewel dan enggan untuk bermain. Karena itulah, para orangtua harus jeli memperhatikan gejala-gejala yang muncul meskipun anak-anak tidak mengeluhkannya.

Baca juga: Ramping Dengan Herbalife Dijamin Sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *