Permainan Asah Otak untuk Anak
Permainan Asah Otak untuk Anak | sumber: www.1mobile(co.id)

Permainan asah otak untuk anak itu sebenarnya tujuannya apa? Apakah hanya untuk mencerdaskan anak? Sebenarnya untuk membuat seorang anak semakin cerdas, ajari anak untuk terampil dan semakin terampil mengatasi persoalan hidup. Nah, kegiatan bermainlah yang mampu untuk melatih kemampuan tersebut.

Begitu sangat pentingnya kegiatan bermain bagi anak-anak. Organisasi internasional sekelas PBB pun sampai membuat aturan tertulis tentang aktivitas bermain untuk anak.

PBB menegaskan bahwa bermain tak ada bedanya atau sama pentingnya dengan pendidikan. Kenapa? Jawabannnya karena justru anak-anak akan belajar banyak dari permainan yang dilakukan dibandingkan lewat pendidikan formal.

Ya, anak-anak itu sebenarnya memang suka bermain dan belum tertarik untuk diberi pendidikan formal, karena memang bermain lebih menggairahkan.

Anak-anak pun suka bergerak, lebih suka bereksplorasi, dan juga belajar dengan memakai seluruh sense serta anggota tubuhnya, dibandingkan belajar lewat pendidikan formal.

Jika dibandingkan dengan cara lebih formal seperti menonton yang memaksa anak duduk dalam waktu lama, hal ini tentu lebih membosankan atau sangat membosankan bagi mereka.

Bagaimana dengan game asah otak anak online yang kini makin marak dan memang banyak disukai anak sampai-sampai mengalahkan permainan asah otak untuk anak di dunia nyata?

Games Asah Otak Online Bukanlah Permainan Asah Otak untuk Anak!

Games Asah Otak Online Bukanlah Permainan Asah Otak untuk Anak
Games Asah Otak Online Bukanlah Permainan Asah Otak untuk Anak | sumber: www.1mobile(co.id)

Permainan asah otak untuk anak online benarkah mampu membuat otak lebih cerdas? Game online adalah salah satu permainan yang sangat disukai anak-anak, sampai-sampai mereka ketagihan karena efek game online memang membuat pelakunya ketagihan.

Seiring perkembangan teknologi, kini hadir pula game online yang khusus untuk mengasah otak anak. Efektifkah? Tunggu dulu!

Game Asah Otak Online Tak Mencerdaskan Otak!

Sebuah riset terbaru memperlihatkan bahwa permainan online yang khusus dirancang untuk meningkatkan keterampilan kognitif anak tak mampu membuat penggunanya menjadi lebih pintar.

Riset ini meneliti ribuan orang yang diminta untuk memainkan games asah otak online yang khusus dirancang untuk meningkatkan memori, pemikiran, serta keterampilan lainnya selama kurang lebih 10 menit sehari dan 3 kali seminggu.

Ribuan orang yang memainkan permainan asah otak online ini dibandingkan dengan ribuan orang lainnya yang tak memainkan permainan online tersebut, tetapi mereka menghabiskan waktu yang sama dengan surfing di dunia maya serta menjawab berbagai pertanyaan seputar pengetahuan umum. Mereka semua juga diberi tes IQ sebelum dan setelah penelitian tersebut.

Para peneliti kemudian menemukan fakta bahwa mereka yang bermain game asah otak tak memperlihatkan peningkatan apa pun dalam tes kecerdasan tersebut, sedangkan mereka yang surfing di internet tadi justru memperlihatkan tingkat kecerdasan lebih tinggi.

Jadi, sebenarnya permainan ini hanyalah untuk bersenang-senang dan jangan harap dengan mamainkannya, seorang anak akan jadi pintar.

Lalu, permainan asah otak untuk anak seperti apa yang harus dipilih dan memang benar-benar bisa mencerdaskan anak?

Permainan Anak di Dunia Nyata Mampu Mengasah Otak Anak

Permainan Anak di Dunia Nyata Mampu Mengasah Otak Anak
Permainan Anak di Dunia Nyata Mampu Mengasah Otak Anak | sumber: puzzlebalok.wordpress(com)

Permainan asah otak untuk anak banyak beredar di dunia nyata. Pada dasarnya, permainan sederhana yang dilakukan sehari-hari bisa juga lho mencerdaskan anak.

Kata siapa anak yang sering bermain itu tidak baik atau tak akan menghasilkan apa pun? Justru dengan bermain, anak Anda akan mampu mengasah 3 kemampuan sekaligus, yaitu motorik, kognitif, dan juga sosial.

Sementara itu, anak yang waktu bermainnya kurang dipastikan akan tumbuh menjadi individu yang kaku, pasif, kurang inisiatif, keterampilan sosialnya kurang, kurang spontan, dan yang pasti kinerja otaknya menurun.

Hakikatnya, bermain merupakan aktivitas yang memunculkan perasaan gembira dan sangat menyenangkan (excited). Dalam keadaan senang seperti ini, anak akan merasakan pengalaman yang berkesan (exciting experiences), sehingga akan menaikkan sistem saraf simpatis atau saraf bangun (sistem saraf pada otak yang bekerja saat manusia sedang dalam keadaan sadar total).

Rangsangan pada sistem saraf simpatis akan mampu meningkatkan sekresi ephinephrine atau adrenalin ke dalam darah lalu mengalirkan adrenalin tersebut ke seluruh bagian tubuh.

Hormon yang dihasilkan tersebut, itulah yang mampu membantu anak kita untuk bisa memproses informasi yang didapatkan dengan lebih baik.

Artinya, si anak akan memperoleh pengalaman yang penuh makna (meaningful) dari sebuah aktivitas bermain setelah informasi tadi dapat disimpan di dalam memorinya dengan lebih baik.

Dengan aktif bergerak saat bermain, ini akan meningkatkan kinerja otak anak. Jika tubuh pasif atau diam, otak juga akan diam.

Sementara itu, dalam kondisi aktif dan excited, darah akan bekerja memompa oksigen serta glukosa ke bagian otak. Inilah yang dapat menyebabkan otak bisa kembali mempunyai performa.

Manfaat bermain pun diungkap di dalam teori evolusi yang meyakini bahwa tubuh manusia, termasuk otak, dirancang untuk bertahan hidup, salah satunya untuk mengatasi masalah-masalah hidup.

Nah, saat bermain, tak jarang muncul persoalan yang wajib dipecahkan dan dicari solusinya. Oleh sebab itulah, aktivitas bermain adalah media yang pas untuk anak dalam melatih kemampuan mengatasi berbagai jenis persoalan hidup.

Makin terampil mengatasi masalah hidup, dijamin si anak pun akan makin cerdas otaknya.

Permainan Asah Otak Ada Aturannya

Permainan Asah Otak Ada Aturannya
Permainan Asah Otak Ada Aturannya | sumber: dianeducationcenter.blogspot(com)

Permainan asah otak untuk anak akan memberi manfaat jika orangtua tidak salah memilih aktivitas ataupun alat permainan yang sesuai dengan usia anak.

Dalam hal ini, permainan yang sifatnya terlalu gampang akan menyebabkan si anak cepat merasa bosan, sedangkan permainan yang cukup sulit akan menyebabkan frustasi. Jadi, yang sedang-sedang saja.

Tak hanya itu, para orangtua pun ketika menemani anaknya bermain jangan hanya jadi penonton, tetapi harus aktif juga merangsang anak.

Sajikan alat permainan ataupun permainan yang variatif meliputi individual vs group, indoor vs outdoor, dan unstructured vs structured play.

Jangan lupa juga untuk menghindari permainan yang minim gerak tubuh dan menyebabkan kecanduan seperti games digital seperti yang diulas di awal tadi.

Permainan online boleh saja dilakukan, tetapi waktunya dibatasi, sebab sifatnya si anak akan mengalami kesenangan dan ketegangan yang jika berlebihan justru akan menghambat kerja otak.

Panduan dan Tahapan Permainan pada Anak

Permainan pada Anak yang Melatih Keterampilan dan Kecerdasan
Permainan pada Anak yang Melatih Keterampilan dan Kecerdasan | sumber: www.fatbraintoys(com)

Sebenarnya, apa pun jenis permainan anak bisa mengasah kinerja otak, tetapi dengan catatan:

  1. Permainan yang dipraktikkan mampu memberi informasi atau keterampilan baru untuk anak, bermakna, dan bisa membantu si anak mengatasi permasalahan baru yang dihadapinya.
  2. Bermain dengan gembira dan bebas, karena jika terpaksa dan penuh beban tak akan memberi manfaat apa pun bagi anak.
  3. Bermain secara alamiah, sesuai kemampuan, sesuai dengan usia, dan juga kondisi lingkungan.
  4. Jangan bermain terlalu lelah dan imbangi dengan istirahat saat bermain.
  5. Jangan memainkan permainan yang minim gerakan fisik, minim kontak dengan alam, dengan teman, dan adiktif.

Adapun tahapan permainan asah otak mulai usia bayi sampai 4 tahun ke atas adalah sebagai berikut.

1. 0 – 2 Tahun (Unoccupied Play)

Unoccupied Play
Unoccupied Play | sumber: babybuffer(org)

Pada tahapan ini, si anak bayi dan balita tidak sepenuhnya terlibat langsung bermain, tetapi cukup mengamati sesuatu kejadian yang menarik perhatiannya.

Jika tak ada yang dianggapnya menarik, bayi atau anak di usia ini akan menyibukkan diri dengan memainkan anggota tubuh misalnya, matanya memperhatikan orang lain, naik turun kursi, berkeliling, dan lain sebagainya.

2. 2 – 2,6 Tahun (Solitary Play)

Solitary Play
Solitary Play | sumber: handsfullofgrass(com)

Di usia 2 tahun, anak biasanya sibuk bermain sendiri dan cuek dengan kehadiran orang lain di sekitarnya.

Tingkah lakunya masih pada masa egosentris dengan ciri khas tidak ada upaya untuk berinteraksi dengan orang lain, sikap sibuk sendiri, dan memusatkan perhatian hanya pada dirinya sendiri. Si anak baru akan merasakan kehadiran anak lainnya jika maninannya diambil oleh anak lainnya.

3. 2 – 3 Tahun (Onlooker Play)

Onlooker Play
Onlooker Play | sumber: play.hostingla(in)

Aktivitas bermain pada tahapan ini si anak melakukan aktivitas bermain dengan mengamati anak lain yang bermain.

Si anak terlihat mempunyai minat sangat besar terhadap aktivitas permainan yang sedang diamatinya.

Hal tersebut bisa juga dilihat pada anak yang belum mengenal anak lainnya di sebuah lingkungan baru, sehingga agak malu dan ragu untuk ikut bergabung.

Selain itu, si anak pun terkadang mengajukan pertanyaan ketika memperhatikan atau mengamati percakapan anak lainnya.

4. 3 –  4 Tahun (Paralel Play)

Paralel Play
Paralel Play | sumber: www.amazon(com)

Paralel play artinya 2 anak atau lebih yang bermain dengan alat permainan yang sama, gerakan, dan kegiatan yang sama secara bersama-sama pula, tetapi tak terjadi interaksi di antara mereka.

Mereka melakukan permainan tersebut sendiri-sendiri seperti misalnya bermain mobil-mobilan, bersepeda, menyusun balok, sepatu roda, bermain pasir, dan lainnya yang dilakukan tanpa interaksi.

Hal ini karena anak di usia ini masih sangat egosentris, belum bisa memahami ataupun belum mampu berbagi rasa dengan anak lainnya.

Jenis Permainan Sederhana untuk Mengasah Otak Anak

Jika dirinci, ada banyak sekali permainan yang mampu mengasah otak anak seperti berikut ini.

1. Permainan untuk Perkembangan Motorik Kasar dan Halus

Permainan untuk Perkembangan Motorik Kasar dan Halus
Permainan untuk Perkembangan Motorik Kasar dan Halus | sumber: theconversation(com)

Ajarkan bayi 3 bulan untuk meraih dan menggenggam mainannya, karena di usia inilah bayi bisa melakukannya. Artinya, latihan ini untuk mengoordinasikan gerakan tangan dengan mata.

Pada usia 1 tahun, anak sudah suka memainkan pensil untuk mencoret, usia 2 tahun mampu membuat benang menjadi kusut atau bisa membuat garis lengkung, dan 3 tahun mampu menggambar bentuk tertentu seperti rumah atau orang.

2. Permainan untuk Mengembangkan Aspek Sosial

Petak Umpet
Petak Umpet | sumber: tetumsm.wordpress(com)

Bermain juga merupakan cara anak bersosialisasi dan ajari anak bermain petak umpet atau cilukba yang akan membantu bayi/anak memiliki pengalaman berpisah sesaat dengan orangtuanya sekaligus belajar mengenal lingkungannya.

Permainan peran seperti menjadi ayah, dokter, pedagang, dan lainnya pun mampu mengasah aspek sosial anak.

Masih ada banyak lagi permainan asah otak untuk anak, tetapi yang disuguhkan di sini sebenarnya sudah cukup bisa membuat anak Anda cerdas. Silakan ajari anak Anda dengan permainan asah otak untuk kecerdasannya!