Keterkaitan UMKM dalam Perekonomian

Menerawang judul di atas, yaitu Keterkaitan UMKM dalam Perekonomian Nasional, pemikiran kita mungkin akan terjebak pada anggapan tentang pembahasan yang sangat besar, rumit dan menjenuhkan. Hal tersebut, tentu saja benar jika pembahasan dilakukan melalui teori-teori yang memang membutuhkan penelaahan panjang. Namun, hal tersebut akan menjadi sangat sederhana jika dibahas dalam tataran praktis. Bahkan, tak perlu menggunakan banyak contoh kasus dan teori.

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah UMKM, seringkali dianggap sebagai usaha yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Secara kongkret, usaha seperti ini lebih banyak berada dalam sektor perdagangan dan industri rumah tangga. Kenyataan seperti ini, lebih banyak dialami untuk skala usaha mikro dan usaha kecil.

Dalam keterkaitan umkm dalam perekonomian nasional, mungkin kita akan bingung menempatkan di mana letak keterhubungannya. Terutama jika dikaitkan dengan kenyataan bahwa pendapatan terbesar negara dari kegiatan usaha dihasilkan dari sektor pajak. Sementara UMKM yang berkembang saat ini, umumnya tak memiliki izin usaha. Lalu, bagaimana pemerintah bisa menarik pajak dan mendapatkan penghasilan dari sektor usaha seperti ini?

Jawabnya tentu saja sangat mudah. Seperti diketahui bahwa sektor UMKM tak akan bisa berjalan tanpa adanya pasokan sumberdaya dari sektor usaha besar. Warung sebagai contoh yang paling lekat dan bisa diamati siapa pun. Semua barang yang ada di warung pada dasarnya didapat dari sektor usaha yang lebih besar semisal grosir, suplyer, dan distrubutor.

Grosir, suplyer dan distributor, biasanya memiliki kelengkapan atau izin usaha untuk bisa menjadi rekanan dengan usaha besar seperti pabrik makanan, minuman kaleng dan sebagainya. Karena setiap usaha yang memiliki izin akan selalu terikat dengan pajak. Maka negara bisa mendapatkan keuntungan di tingkat ini. Belum lagi penarikan pajak pada sektor usaha besar yang tidak hanya terjadi pada tataran produksi. Tetapi juga pada pengeluaran dan peredaran uang dalam jumlah besar.

Semakin banyak permintaan barang dari warung-warung kecil, maka jumlah produksi dan distribusi sudah pasti akan meningkat. Dengan kata lain, meningkatnya permintaan dari usaha kelas bawah berbanding lurus dengan produksi di kelas atas.

Peningkatan produksi dan distribusi ini, tentunya akan meningkatkan penghasilan bagi sektor usaha terkena pajak. Semakin tinggi penghasilan, tentunya akan berbanding lurus dengan tingginya jumlah pajak yang harus dibayarkan. Ilustrasi sederhana ini, tentunya hanya dilihat dalam satu kacamata saja, yaitu pajak.

Demikianlah ulasan mengenai keterkaitan umkm dalam perekonomian nasional. Semoga bermanfaat.