Evolution Indonesia

Tahukah kamu, bahwa Indonesia menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan? Indonesia adalah negeri yang menyimpan berjuta kekayaan, entah itu sumber daya alamnya, keindahannya, maupun budayanya. Bahkan, Indonesia juga diduga sebagai sisa Benua Atlantis yang tenggelam. Hal ini tentu masih harus diteliti lebih mendalam lagi dengan penelitian yang serius. Pada saat ini, yang baru diketahui dari kehidupan manusia di Indonesia pada zaman prasejarah adalah peninggalan-peninggalan dan fosil manusia purba yang sudah ditemukan. Berikut adalah jenis-jenis manusia purba di Indonesia yang pernah mendiami tanah Nusantara, dan kini hilang karena kepunahan manusia purba.

1. Homo Erectus
Fosil manusia purba yang tertua berusia 1,9 juta tahun, diperkirakan berasal dari Afrika yang kemudian menyebar ke wilayah Eurasia (benua Eropa-Asia), termasuk Indonesia. Beberapa ilmuwan mengaitkan kepunahan manusia purba ini dengan meletusnya Gunung Toba Purba –yang sekarang kawahnya menjadi Danau Toba di Sumatera Utara. Adapula yang berpendapat bahwa Homo Erectus adalah nenek moyang dari spesies manusia purba lainnya seperti Homo sapiens, Homo neanderthalensis, dan Homo heidelbergensis. Hingga masa sekarang, hubungan kekerabatan antara Homo Erectus dengan spesies manusia purba lainnya masih diperdebatkan. Fosil manusia purba ini ditemukan di Indonesia dengan jenis atau subspesies yang berbeda-beda seperti Meganthropus Paleo Javanicus, Meganthropus Erectus, Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Robustus, Homo Soloensis, dan Homo Mojokertensis. Fosil-fosil tersebut manusia purba di Indonesia tersebut ditemukan di Jawa dan sekitarnya beserta fosil-fosil binatang purba seperi jenis-jenis kerbau, gajah, atau kudanil yang sudah punah.

Fosil Pithecanthropus Erectus | Foto: wikipedia(org)

2. Homo Wajakensis
Homo Wajakensis atau manusia Wajak adalah fosil yang ditemukan di Provinsi Jawa Timur, tepatnya Kabupaten Tulungagung. Fosil ini diperkirakan berusia 40.000–25.000 tahun. Tengkorak Homo Wajakensis yang berkapasitas 1300 cc ini mempunyai persamaan dengan bentuk tengkorak orang Aborigin di Australia. Hal ini memunculkan dugaan bahwa orang Aborigin di Australia adalah keturunan dari manusia Wajak yang fosilnya ditemukan di Jawa Timur. Dugaan ini cukup kuat karena manusia Wajak memang banyak meninggalkan benda-benda bukti zaman prasejarah berupa perkakas dan sisa-sisa dapur (pemasakan makanan) yang bisa ditemukan di beberapa daerah seperti di Pulau Madura, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, bahkan hingga ke Pulau Alor. Jadi, penyebaran manusia Wajak ke Australia dan menjadi nenek moyang orang Aborigin bukanlah hal yang mustahil.

Fosil Manusia Wajak | Foto: dmosisboy.blogspot(com)
Fosil Manusia Wajak | Foto: dmosisboy.blogspot(com)

Homo Florensiensis
Homo Floresiensis atau manusia Hobbit adalah fosil manusia purba di Indonesia berukuran kecil yang ditemukan di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fosil tersebut diperkirakan telah berusia 38.000–13.000 tahun. Dari fosil-fosil yang ditemukan, tubuh Homo Florensis ternyata hamya memiliki tinggi 1,1 meter. Setelah diteliti, spesies ini tidak termasuk ke golongan kera, tapi lebih mendekati manusia yang memiliki ukuran mini. Oleh karena itu, Homo Florensis juga disebut dengan panggilan manusia Hobbit, sesuai dengan tokoh fiksi Hobbit dalam novel “Lord of The Rings” karya J.R.R. Tolkien. Manusia Hobbit dari Flores ini diketahui memiliki pengetahuan untuk membuat perkakas dari batu. Hal ini terbukti dari peninggalan yang ditemukan di Gua Liang Bua.

Fosil Manusia Hobbit di Flores | Foto: wikipedia(org)
Fosil Manusia Hobbit di Flores | Foto: wikipedia(org)

Manusia purba di Indonesia berukuran mini ini sempat diragukan kebenarannya. Pernah ada yang menduga bahwa Homo Florensiensis hanyalah manusia purba di Indonesia yang mengalami kecacatan seperti dwarfisme atau abnormalitas. Namun, pendapat ini terbantahkan karena tidak ditemukan ciri abnormalitas pada fosil kerangka yang ditemukan. Homo Florensiesis adalah manusia purba mini asli Indonesia, dan tidak ditemukan di tempat lain. Kepunahan manusia purba di Flores disebabkan oleh letusan gunung zaman prasejarah yang juga memusnahkan populasi gajah purba stegodon, sekitar 12.000 tahun yang lalu.

 

Baca juga: Menarik, 7 Fakta Tiongkok “Rumah” Fosil Dinosaurus di Asia!